Sayangi Rasulullah s.a.w
mnasiralqaswa | March 5, 2010
Segala puji bagi Allah s.w.t, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad s.a.w ,nabi akhir zaman, kepada keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Bersempena dengan bulan maulud baginda Nabi Muhammad s.a.w ini ,setiap hari kedengaran laungan selawat berkumandang di Masjid-masjid,surau-surau serta rumah-rumah persendirian,malah di jalanan-jalanan turut tidak terkecuali umat ini meluahkan laungan kecintaan kepada baginda Rasulullah s.a.w.
Alqaswa merasa terpanggil untuk membicarakan tentang kecintaan serta kesayangan umat ini khususnya kepada baginda rasulullah s.a.w. Pelbagai macam dan cara seseorang hamba itu akan mencurahkan bentuk usaha untuk membuktikan cintanya pada kekasihnya. Begitu pula kecintaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap umat punya dimensi yang berbeza untuk membuktikan cintanya pada baginda s.a.w. Namun tidak semua cara tersebut benar mengikut syariat, ada diantaranya yang menyalahi syariat. Itulah yang nanti yang akan diutarakan pada paparan kali ini. Semuga Allah s.w.t menjernihkan minda kita semua serta memberi kefahaman yang sebenar tentang bab ini.
Begitu perlunya kita sebagai seorang umat yang begitu prihatin tentang kewajiban mencintai Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi memperolehi keberkatan hidup didunia yang fana ini serta memperolehi anugerah syafaat Baginda Rasulullah s.a.w di negeri akhirat yang kekal nanti,sehingga termaktub dalam alquran tentang perkara ini.Dalam satu firmannya.
Allah s.w.t berfirman,
قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khuwatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah: 24). Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya s.a.w, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa umat.” Ancaman keras inilah yang menunjukkan bahwa mencintai Rasulullah s.a.w daripada segala makhluk yang lainnya adalah wajib.
Bahkan tidak boleh seseorang itu mencintai dirinya sendiri hingga melebihi kecintaan pada nabinya. Allah Ta’ala berfirman,
النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.” (QS. Al Ahzab: 6). Syihabuddin Al Alusi rahimahullah mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah memerintahkan sesuatu dan tidak ridho pada umatnya kecuali jika ada maslahat dan mendatangkan keselamatan bagi mereka. Berbeda dengan jiwa mereka sendiri. Jiwa tersebut selalu mengajak pada keburukan.” Oleh karena itu, kecintaan pada beliau mesti didahulukan daripada kecintaan pada diri sendiri.
‘Abdullah bin Hisyam berkata, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau memegang tangan Umar bin Khathab radhiyallahu ’anhu. Lalu Umar berkata, ”Wahai Rasulullah s.a.w, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ
”Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian ’Umar berkata, ”Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Saat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).”
Mengapa umat ini harus Mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Semakin sempurna orang yang dicintai, maka di situlah tempat tumbuhnya kecintaan. Sedangkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam adalah manusia yang paling luar biasa dan sempurna dalam akhlaqnya, kepribadiannya, sifat dan dzatnya. Di antara sifat beliau adalah begitu sayang dan cinta pada umatnya, begitu lembut dan kasih pada umatnya. Sebagaimana Allah Ta’ala mengambarkan sifat beliau dalam firman-Nya,
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
”Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At Taubah: 128)
Ganjaran dan natijah dari kecintaan umat ini kepada Baginda s.a.w.
1) Mendapat anugerah kemanisan iman.
Dari Anas radhiyallahu ’anhu , Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Tiga perkara yang membuat seseorang akan mendapatkan manisnya iman yaitu: Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya; mencintai saudaranya hanya karena Allah; dan benci kembali pada kekufuran sebagaimana benci dilemparkan dalam api neraka.”
2).Akan menjadikan seseorang bersama beliau di akhirat.
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bila akan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang tersebut menjawab, “Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta pada Allah s.w.t dan Rasul-Nya s.a.w.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”
Dalam riwayat lain, Anas mengatakan, “Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).” Anas pun mengatakan, “Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”
3) Akan memperoleh kesempurnaan iman
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“Seseorang tidaklah beriman (dengan sempurna) hingga aku lebih dicintainya dari anak dan orang tuanya serta manusia seluruhnya.”
Dengan sandaran inilah tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak mencintai baginda Nabi s.a.w.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Asy Syafi’i rahimahullah,
“Kaum muslimin telah sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya.”
Membenarkan segala yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam
Termasuk prinsip keimanan dan pilarnya yang utama ialah mengimani kemaksuman Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dari dusta atau buhtan (fitnah) dan membenarkan segala yang dikabarkan beliau tentang perkara yang telah berlalu, sekarang, dan akan datang. Karena Allah Ta’ala berfirman,
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى (1) مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى (2) وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
”Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An Najm: 1-4)
3): Beradab di sisi Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam
Di antara bentuk adab kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah memuji beliau dengan pujian yang layak baginya. Pujian yang paling mendalam ialah pujian yang diberikan oleh Rabb-nya dan pujian beliau terhadap dirinya sendiri, dan yang paling utama adalah shalawat dan salam kepada beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
“Orang yang bakhil (kedekut) adalah orang yang apabila namaku disebut di sisinya, dia tidak bershalawat kepadaku.”
4): Ittiba’ (mencontoh) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta berpegang pada petunjuknya.
Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.” (QS. Ali Imron: 31)
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
اتَّبِعُوا، وَلا تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيتُمْ، كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ
“Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), janganlah membuat bid’ah. Karena (ajaran Nabi) itu sudah cukup bagi kalian. Semua amalan yang tanpa tuntunan Nabi (baca: bid’ah) adalah sesat .”
5): Berhukum kepada ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam
Sesungguhnya berhukum dengan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah salah satu prinsip mahabbah (cinta) dan ittiba’ (mengikuti Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam). Tidak ada iman bagi orang yang tidak berhukum dan menerima dengan sepenuhnya syari’atnya. Allah Ta’ala berfirman,
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa’: 65)
Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Setiap orang yang keluar dari ajaran dan syariat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Allah telah bersumpah dengan diri-Nya yang disucikan, bahwa dia tidak beriman sehingga ridha dengan hukum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala yang diperselisihkan di antara mereka dari perkara-perkara agama dan dunia serta tidak ada dalam hati mereka rasa keberatan terhadap hukumnya.”
6) Membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Membela dan menolong Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah salah satu tanda kecintaan dan kesayangan pada baginda. Allah Ta’ala berfirman,
لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
“(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al Hasyr: ![]()
Bentuk membela Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam merangkumi beberapa hal, di antaranya:
Membela para sahabat Nabi –radhiyallahu ’anhum-
Rasulullah shallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَسُبُّوا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِي فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
”Janganlah mencaci maki salah seorang sahabatku. Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak menyamai satu mud (yang diinfakkan) salah seorang mereka dan tidak pula separuhnya.”
Di antara hak-hak para sahabat adalah mencintai dan meridhoi mereka. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hasyr: 10)
Sungguh malang sekali jika ada umat ini yang sanggup mencela para sahabat nabi s.a.w sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Syi’ah.
7): Membela ajaran (sunnah) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam
Termasuk membela ajaran beliau shallallahu ’alaihi wa sallam ialah memelihara dan menyebarkannya, menjaganya dari ulah kaum batil, penyimpangan kaum yang berlebih-lebihan dan ta’wil (penyimpangan) kaum yang bodoh, begitu pula dengan membantah syubhat kaum zindiq dan pengecam sunnahnya, serta menjelaskan kedustaan-kedustaan mereka. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam telah mendo’akan keceriaan wajah bagi siapa yang membela sunnah- sunnah ini dengan sabdanya,
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ
“Semoga Allah memberikan kenikmatan pada seseorang yang mendengar sabda kami lalu ia menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya. Betapa banyak orang yang diberi berita lebih paham daripada orang yang mendengar.”[19]
8): Menyebarkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Di antara kesempurnaan cinta dan pengagungan kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ialah berkeinginan kuat untuk menyebarkan ajaran (sunnah)nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam perhimpunan di padang arafat (di haji Widak),
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” Yang disampaikan pada umat adalah yang berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan sesuatu yang tidak ada tuntunannya.
Bukti Cinta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Bukanlah dengan Berbuat Bid’ah
Sebagaimana telah kami sebutkan di atas bahwa di antara bukti cinta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan menyebarkan sunnah (ajaran) beliau. Oleh karenanya, konsekuensi dari hal ini adalah dengan mematikan bid’ah, kesesatan dan berbagai ajaran menyimpang lainnya. Karena sesungguhnya melakukan bid’ah (ajaran yang tanpa tuntunan) dalam agama berarti bukan melakukan kecintaan yang sebenarnya, walaupun mereka menyebutnya cinta. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”
Kecintaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sebenarnya adalah dengan tunduk pada ajaran beliau, mengikuti jejak beliau, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan serta bersemangat tidak melakukan penambahan dan pengurangan dalam ajarannya.
Penutup
Cinta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bukanlah hanya dengan merayakan Maulid. Hakikat cinta yang sebenar pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah dengan mengikuti (ittiba’) setiap ajarannya dan mentaatinya sunnah-sunnahnya. Semakin seseorang mencintai Nabinya maka dia juga akan semakin mentaatinya. Dari sinilah sebagian salaf mengatakan:
لهذا لما كَثُرَ الأدعياء طُولبوا بالبرهان ,قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمْ اللَّهُ
Tatkala banyak orang yang mengaku mencintai Allah, mereka dituntut untuk mendatangkan bukti. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): ”Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31).
Orang yang mencintai baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah tentu hanya mau mengikuti ajaran yang beliau syariatkan dan bukan mengada-ada dengan melakukan amalan yang bertentangan dengan sunnahnya.
Semuga dengan paparan tentang kecintaan pada Baginda Rasulullah s.a.w di atas dapat membuka minda dan fikiran sahabat2 sekelian untuk membuat satu perubahan paradigma
kearah yang lebih positif untuk mengamalkan segala bentuk perintah-perintah dalam peribadatan khusus serta perlakuan-perlakuan sunnahnya yang merangkumi semua aspek kehidupan harian yang sahabat2 jalani selama ini.Kesabaran sahabat2 sekelian dalam mengamalkan sunnah Baginda s.a.w secara istiqomah sepanjang hayat akan memberi impak yang besar dalam kehidupan pribadi setiap muslim yang mana khusus di kurnia buat umat akhir zaman yang mengamal satu sunnah secara istiqomah akan di ganjari pahala seumpama 70 syahid,yang mana satu syahid sahaja di jalan Allah s.w.t akan di ampuni dosa sebelum darah yang mengalir jatuh kebumi.Subhanallah..begitu besar kurniaan Allah s.w.t bagi umat yang menumpahkan kecintaan dan kesayangan yang tak berbelah bagi pada Baginda Rasulullah s.a.w.
Setakat ini dulu yang alqaswa yang fakir ini mampu melabuhkan bicara,sebelum mengundur diri ku pohon keampunan dari Illahi dan kemaafan dari sahabat2 semua sekiranya ada sebarang kekhilafan dan kekurangan dimana-mana dan alqaswa sangat mengalu-alukan sebarang komentar positif dari sahabat alam maya sekelian dalam mencerahkan minda serta penjernihan jiwa umat.
Wassallam.






life insurance 8-OO business insurance ekzmfy life insurance quotes %[[[ new york car insurance >:-)) business insurance quotes 1936
OUCH all I can Say is WHat I Wouldnt give. To bad she would never give me a run. Good Post I always have to click her name when I see it. I went to a convention for one of our Marketing Companies and her entouragewas there siging . Pretty Sexy stuff. I guess until one of them snags one of us laymenswe need to stick to miss michigan if you get what im saying lol.
OMG all I can Say is sexy. To bad she would never give me a run. Good Post I always have to click her name when I see it. I went to a convention for one of our Venture Companies and her gang of hott chickswas there siging Thier marketing material. Pretty Neat stuff. I guess until one of them gets to try one of us standaredwe need to stick to miss michigan if you know what I mean.
OMG all I can Say is HOTT. To bad she would never give me a run. Good Post I always have to click her name when I see it. I went to a Show for one of our sales Companies and her gang of hott chickswas there siging Phots. Pretty Sexy stuff. I guess until one of them trys one of us laymenswe need to stick to miss michigan if you get what im saying lol.
I’ve read some good stuff here. Definitely worth bookmarking for revisiting.
I was studying a book in our library and I was so surprised at the things that the author highlighted in the book. He basically talked about life in general and how people ignore a lot of important things and allocating most of their time worrying on unimportant things.
Hello! fbcffdd interesting fbcffdd site!
Very nice site!
I was browsing a lifestyle magazine about how to raise your kids right and life in general. I had so much fun reading the magazine that I’m thinking to buy an issue of it every month.
My husband and I were talking about how we spent our lives in the past couple years and life in general. I always enjoy spending moment with him through a brilliant conversation.
I was watching a film with my mother about the life of a mother and daughter and life in general for the two of them. I was shocked when the movie ended because my Mom couldn’t stop weeping because she was so moved with the movie. I’ll definitely endorse that movie to my buddies .
I was staring at my pay slip the other week and I was astonished at the huge amount I’ve been paying annually for my life insurance. Although it’s a burden to keep on paying for such an amount, it’s better to be ready because you’ll by no means know what will occur in the future because life in general always takes us unaware .I’ve been really depressed recently and I had been having some thoughts about my life in general. Because of it I was able to contemplate on a lot of things and realized that it’s time to make a change in my life.My partner will be leaving next month for Australia due to work related causes. I was worried that living away from each other will produce problems in our bond in the future. However he guaranteed me that everything will be good enough and there’s nothing to be anxious about. Life in general can be a little harsh for us newlyweds to fall in a circumstance like this.I was reading Paulo Coelho’s book entitled Eleven Minutes and I felt compassion for the main character in the plot since life in general for her was harsh . The writer was really creative without losing grasp of the ruthless realities of today which made the novel worth reading.
I was watching a television series for the first time and my interest grew on it because it was a funny series about life in genera The group of actors are not very well-known celebrities but the plot is really satisfactory that’s why I’m planning to follow such series.
My relative loves to read ancient poems and literary works about life in general. She in point of fact convinced me one time to participate a poetry reading assembly and it was a wonderful experience for me because the literary works we read were a good read.
If you are having a wedding reception, selecting the right caterer to work with, becomes a major task to take on.
My friend suggested a car rental shop when my family and I planned a vacation out of town. It was an option for us since we don’t own a car back then. I didn’t regret renting one because it was enjoyable and now I know that it is more convenient.
My friend has a small business on car rentals and he enjoys the idea having it. Part of his business is also fixing small parts of cars. He has become more thriving than ever with his business and it has really help him with a lot of financial problems.Car rentals are one of the best services offered that I find witty so far. I can’t help thinking about cars being borrowed by people you barely know. Although it is a good business, it is rather risky for me since I am a kind of person who his profit.My father used turn down the idea of renting a car from a car rental. He would say that it is to risky since it is not our personal car that we would be renting and using. Although we would be paying for the car, he would still refuse to use it.
Good topic for making an effective dissertation. . . . . .
I have tried car rentals before and they prove to be an aspiring business. I talked to one of the owner and he says that although they only have few customers, the pay would be something that can support the entire business. If you own one car rental that it is sure to make a good amount of profit.It is a good thing for you to have tried car rentals. It’s an alternative to consider if you don’t own a car yet. If you are hesitant to borrow from a friend then this would be best option. You can be secure plus you won’t have second thoughts to use it since you are paying good amount of money for it.Car rentals have spread in our town. These are for people who still can’t buy a personal car. Of course people travel a lot and some see that it’s more convenient to just rent a car than commuting. Instead of paying for the fair, they are more willing to just pay it as rent and have the car.My friend suggested a car rental shop when my family and I had a recreational activity out of town. It was an choice to make for us since we didn’t have a car back then. I didn’t regret renting one because it was an experience and now I know that it is practical to just rent a car.It was hard for us to travel out of town because we didn’t have a car. It was my wife who suggested that we could just rent a car at a car rental shop. It wasn’t really that expensive and it was a good decision to make because we really had travel that time. Thanks to my wife!My boss owned a Nissan Navarra but it broke down when we traveled last month. We needed to travel again and so one of my colleagues recommended that we would just rent a car. It was a good idea since we really need to make the trip. We were successful that we got to rent a car.Whether is belts or a new dress, the accessories are the key. In today’s fashion, keeping up to the latest is become a challenge, a expense for sure. Quality cost quite a bit these days.
hi,
how are you today
Will it be acceptable to re-syndicate your content?
Hello!
Is it acceptable to re-syndicate your content?
Great article but I just wanted to let you know that your blogs theme displays errors in the Phase Out v2.12 browser. I just wanted to tell you…
@Markus I get your drift on where you were going there. I often think of my past and use it as a means to analyze where I am and where I want to get to. Where I struggel is balancing it all out. How do you guys balance things out?
Purchase mp3 music online…
so useful.hehe.thanks for your share….
Hello!